Dalam dunia manajemen keuangan, aging report adalah salah satu laporan yang tidak boleh dilewatkan. Laporan ini bukan hanya menampilkan daftar piutang, tetapi menjadi cermin kondisi arus kas perusahaan. Dengan melihatnya, manajemen bisa segera tahu: berapa piutang yang masih “sehat” dan berapa yang sudah mulai bermasalah karena melewati jatuh tempo.
Di aging report, ada dua istilah penting yang sering menjadi pusat perhatian: Amount Due dan Past Due. Sekilas mirip, namun sebenarnya punya arti yang berbeda.

Tampilan aging report dengan kolom Amount Due dan Past Due untuk analisis piutang Perusahaan
- Amount Due adalah tagihan yang sudah diterbitkan, tetapi belum melewati jatuh tempo. Artinya, perusahaan sudah menagih pelanggan, namun pelanggan masih berada dalam periode pembayaran yang sah. Misalnya invoice 450 USD dengan jatuh tempo akhir Oktober 2025. Angka ini masuk ke Amount Due karena secara aturan belum bisa disebut terlambat. Bagi manajemen, bagian ini penting untuk memproyeksikan arus kas masuk di masa depan—seperti “uang yang sedang dalam perjalanan menuju kas perusahaan”.
Mungkin muncul pertanyaan, kenapa invoice senilai 450 USD tadi justru masuk ke kolom “>91 hari” di aging report? Jawabannya sederhana: sistem menghitung jarak waktu antara tanggal laporan (1 Juli 2025) dengan tanggal jatuh tempo (29 Oktober 2025). Karena jaraknya lebih dari 90 hari, otomatis sistem menempatkannya di bucket “>91 hari”.
Namun penting digarisbawahi, posisi di bucket ini bukan berarti invoice sudah telat. Sebaliknya, statusnya tetap Amount Due karena jatuh tempo masih di depan. Dengan kata lain, angka ini memberi sinyal bahwa pembayaran masih aman, hanya saja arus kas baru akan masuk sekitar akhir Oktober.
- Past Due, sebaliknya, adalah tagihan yang sudah melewati jatuh tempo. Ketika invoice masuk kategori ini, berarti pelanggan terlambat membayar, dan risiko piutang tak tertagih mulai meningkat. Dalam contoh laporan, terlihat ada beberapa invoice lama senilai 6.949 USD yang seluruhnya sudah lebih dari 91 hari tertunda. Angka ini menjadi sinyal peringatan agar tim penagihan segera mengambil langkah—mulai dari reminder persuasif hingga strategi penagihan yang lebih tegas.
Bagi manajemen, memahami detail kecil seperti ini sangat membantu. Bucket “>91 hari” bisa berarti dua hal: jika statusnya Amount Due, artinya jatuh tempo masih lama; kalau statusnya Past Due, artinya tagihan sudah melewati batas lebih dari 91 hari dan risikonya makin tinggi.
Pada akhirnya, aging report bukan hanya sekadar laporan akuntansi. Ia adalah alat navigasi yang membantu manajemen menjaga likuiditas, mengurangi risiko piutang macet, dan memastikan keuangan perusahaan tetap sehat.
